Cari Blog Ini

Kamis, 18 Oktober 2012

Spesifikasi CANON EOS 550D Kit1



Spesifikasi Harga Canon EOS 550D Kit1
Di tengah ramainya pasar kamera dengan banyaknya bermunculan seri baru. Canon juga tidak ketinggalan dengan kembali meluncurkan kamera kelas pemulamelalui seri Canon EOS 550D. Seri EOS 550D ini merupakan penerus dari EOS 500D, dimana kamera inimemiliki tampilan fisik yang mirip dengan seri-seri sebelumnya seperti 450D dan 500D. Namun ada sedikit perbedaan minor pada lekukan-lekukan tubuhnya yang kini lebih membulat. Peletakan tombol-tombol di sekitar badan kamera juga masih sama, yang berbeda adalah bentuk tombolnya kini menjadi lebih kotak, tidak bulat lagi seperti seri sebelumnya.
Canon EOS 550D sangat nyaman digenggam karena ukuran grip dan keberadaan lapisan karet yang menutupinya sehingga tidak terasa licin saat digenggam. Tak hanya itu, bobot kamera ini hanya 350 gram sehingga tidak terlalu berat.(REVIEW Canon 550D Kit1)
Spesifikasi Harga Canon EOS 550D Kit1Dengan dilengkapi teknologi gapless microlens arrayyang diklaim dapat menjadikan warna dan detail foto lebih akurat dengan tingkat noise yang lebih rendah. Canon EOS 550D memiliki rentang  ISO yang luas dari ISO 100 – 6400 dan dapat ditingkatkan hingga ISO 12800. Pengguna Canon EOS 550D dapat melihat hasil foto atau video yang mereka ambil melalui layar selebar 3 inch dengan resolusi 1.04 juta pixel. Dengan perbandingan ukuran monitor 3:2, hasil foto dapat ditampilkan secara penuh di layar monitor yang sudah dilengkapi lapisan khusus untuk mengurangi silau, noda, atau goresan. Pengguna juga dapat menampilkan hasil jepretan mereka di layar HDTV melalui konektor HDMI.
Sebagai satu-satunya merek kamera DSLR yang menghadirkan fitur perekaman video hingga kualitas Full High Definition 1920 x 1080, Canon menanamkan teknologi ini juga di EOS 550D dengan pilihan 24p, 25p dan 30p frame per detik. Sedangkan untuk format HD 1280 x 720 dan format SD 640 x 480, perekaman dapat dipilih dengan 50p atau 60p frame per detik. Salah satu peningkatan fitur perekaman video di kamera ini adalah pembesaran hingga 7x.
Secara lengkap fitur yang terdapat di Canon EOS 550D :
  • Resolusi 18 Megapixel dengan sensor CMOS APS-C, menghasilkan gambar resolusi tinggisuperb quality dan detail.
  • DIGIC 4 Imaging Processor’s 14-bit A/D, memberikan kecepatan pemrosesan hasil gambar yang cepat dan tepat serta menjaga detail dan warna tetap halus.
  • Auto Lighting Optimizer dengan 4 fungsi pengaturan : standar, rendah, kuat dan nonaktifkan. Menganalisa kecerahan subjek foto, dan secara otomatis memperbaiki bagian-bagian gelap untuk membuat lebih cerah.
  • Full HD Video capture resolusi 1920×1080  dengan frame rate yang fleksibel (30p 25p & 24p) hingga 4GB per klip dengan output HDMI (CEC compliant) untuk tampilan HD  dan video stills.
  • External microphone untuk merekam suara saat pengambilan gambar
  • Kualitas SD (640 x 480) rekaman film setara dengan sekitar 7x perbesaran shooting film reguler
  • Dengan 9-point auto-focus (AF)  tingkat akurasi yang tinggi
  • LCD Wide, 3.0-inch (3:2) Clear View LCD (1, 040,000 dots)
  • ISO 100-36400, ISO dapat  diperluas hingga 12.800  (Sumber Review lain baca DISINI)

Senin, 08 Oktober 2012

Teknik Flash


Siang Bolong pun Diperlukan


Fill-in flash pada foto sebelah kanan menyebabkan wajah anak tampil lebih cerah

Flash merupakan salah satu aksesoris standar yang sangat mempengaruhi hasil foto. Penggunaan flash secara tepat akan menghasilkan gambar yang tajam & cerah, namun jika tidak tepat, gambar justru dapat menjadi gelap, atau terlalu terang (over-exposed).
Untuk menggunakan flash secara tepat, perlu dimengerti berbagai mode yang terdapat pada flash, yaitu:
  1. Auto: Flash secara otomatis akan menyala jika pengukuran cahaya kurang dari yang diharapkan.
  2. On: Flash akan selalu menyala, walaupun pengukuran menunjukkan cahaya yang mencukupi. Mode ini digunakan untuk melakukan fill in - menerangi obyek yang berada dalam bayangan atau mengkompensasi cahaya dari background yang terang
  3. Off: flash tidak akan menyala walaupun cahaya kurang. Mode ini diperlukan untuk memperoleh pencahayaan natural atau mencegah jeda antar pemotretan yang terlalu panjang
  4. Slow sync: Flash akan menyala, namun aperture akan tetap terbuka sampai waktu tertentu. mode ini diperlukan untuk menangkap background di belakang obyek atau untuk mengurangi bayangan gelap di belakang obyek akibat pemakaian flash
  5. Red-eye reduction: Berguna untuk mencegah timbulnya mata merah pada foto manusia. Flash akan menyala sesaat sebelum aperture terbuka (pre-flash) agar pupil mata obyek kembali ke normal saat flash menyala lagi bersamaan dengan terbukanya aperture (pemotretan).

Beberapa catatan untuk penggunaan flash secara tepat:
  1. Perhatikan jarak obyek:
    • Pada kamera poket, flash sebaiknya digunakan pada jarak obyek 1 - 3,5 m. Jika obyek kurang dari 1 m, maka akan terjadi over-exposed (warna memutih/ hilang). Jika jarak obyek lebih dari 3,5 m, cahaya flash tidak dapat lagi menjangkau sehingga obyek akan tampak gelap.
    • Pada kamera DSLR, cahaya flash dapat mencapai jarak hingga 8 m
    • Dalam ruang tertutup, pantulan pada tembok dan langit-langit dapat membantu menambah jarak efektif flash
  2. Perhatikan jarak obyek dengan background: Jika background telalu dekat, cahaya flash akan memunculkan bayangan gelap yang terkadang tampak mengganggu. Atur agar jarak BG cukup jauh, atau gunakan mode slow-sync untuk menghindarkan bayangan yang gelap di belakang obyek
  3. Perhatikan setting flash compensation: Setting ini akan menentukan seberapa kuat cahaya flash. Semakin besar angkanya, maka jarak jangkau makin jauh
  4. Perhatikan arah datangnya cahaya dari sumber luar: Terkadang flash diperlukan untuk 'melawan' arah cahaya yang tidak menguntungkan, misalnya cahaya dari belakang obyek (backlight).
  5. Fill in: yaitu penggunaan flash untuk menangkap detil obyek yang berada dalam bayangan. Bahkan pada siang hari di ruang terbuka, seringkali kita harus tetap menyalakan flash (pada posisi On) untuk melakukan fill in. Misalnya pada contoh di bagian atas artikel ini
  6. Pengaruh penggunaan flash sangat terasa pada kamera digital poket atau prosumer karena waktu pengisian energi untuk flash menyebabkan jeda waktu antar pemotretan bertambah lama. Dalam dokumentasi event yang terjadwal secara ketat, jeda antar pemotretan ini berpotensi kehilangan momen. Dalam kondisi mengejar momen, sedapat mungkin matikan flash (atau gunakan DSLR dengan external flash)

Semoga bermanfaat.

Teknik Shutter Speed


Pintu Masuk Cahaya pada Kamera


Shutter adalah alat yang menutup jalan cahaya menuju sensor atau film. Pada kamera yang memiliki viewfinder optis tanpa live-view, shutter akan selalu menutup hingga tombol shutter ditekan saat kamera mengambil gambar. Namun pada kamera yang dilengkapi live-view, shutter selalu dalam kondisi terbuka, atau terdapat lubang kecil yang memungkinkan cahaya masuk ke sensor. Penempatan shutter ditunjukkan secara jelas dengan tanda panah berwarna merah pada konstruksi kamera Sinar berikut ini:

Shutter menentukan seberapa lama sensor (atau film) terekspose oleh cahaya. Pencahayaan yang terlalu singkat akan menghasilkan gambar yang gelap, sedangkan pencahayaan terlalu lama akan menyebabkan gambar washed out, kehilangan warna dan memutih. Lamanya pencahayaan ditandai dengan penyebut dari waktunya, kecuali jika diikuti tanda kutip ganda ("). Angka 400 berarti shutter terbuka 1/400 s, sedangkan angka 5" berarti shutter terbuka selama 5 detik.
Lamanya shutter terbuka harus diimbangi dengan lebar bukaan aperture. Perubahan aperture 1 stop harus diimbangi dengan perubahan 1 stop shutter pada arah yang berlawanan.

Teknik ISO


Kepekaan Sensor terhadap Cahaya


ISO adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan ukuran kepekaan film atau sensor terhadap cahaya. Semakin tinggi angka ISO, semakin kecil intensitas cahaya yang diperlukan untuk 'membakar' film. Perubahan angka ISO 2 kali lipat berarti intensitas cahaya yang dibutuhkan menjadi 1/2 nya.
Pada kamera analog yang menggunakan film, gambar dihasilkan oleh butiran peka cahaya (film grain) yang terbakar oleh tumbukan foton cahaya. ISO berkaitan langsung dengan jumlah & ukuran butiran peka cahaya (grain) pada lapisan Perak Bromida (AgBr) yang melapisi film. ISO yang lebih tinggi berarti ukuran grain yang lebih besar sehingga foto akan tampak lebih kasar.
Pada kamera digital, gambar dihasilkan oleh formasi pixel yang menyala akibat tumbuan foton cahaya pada sensor. Untuk menyalakan pixel ini diperlukan cahaya cengan intensitas (jumlah foton) tertentu. Ketika angka ISO dinaikkan, kamera akan memberikan sejumlah energi pada sensor, sehingga pixel akan menyala oleh tumbukan foton dengan intensitas yang lebih rendah. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut:
ISO x, perlu 8 foton untuk menyalakan sensor yang ditenagai 2 satuan listrik
ISO 2x, perlu 4 foton untuk menyalakan sensor yang ditenagai 4 satuan listrik

Resiko dari peningkatan ISO adalah adanya pixel yang 'menyala' bukan oleh tumbukan foton cahaya, tetapi oleh energi listrik yang diberikan pada pixel tersebut atau oleh hamburan energi akibat tumbukan foton pada pixel di dekatnya. Inilah salah satu penyebab timbulnya noise pada ISO tinggi. Karena adanya hamburan energi ketika tumbukan foton ini, kamera poket yang bersensor kecil (berarti jarak antara pixel lebih rapat) lebih rentan noise daripada kamera DSLR yang bersensor besar (jarak antara pixel lebih renggang).
Untuk pemotretan dengan kamera poket, sebaiknya menggunakan ISO 100 pada siang hari yang cerah, ISO 200 ketika cahaya redup, dan sebaiknya tidak lebih dari ISO 400 dalam kondisi kurang cahaya. Penggunaan ISO di atas 400 akan menyebabkan noise yang berlebihan.
Pada kamera DSLR, penggunaaan ISO tinggi dapat dimaksimalkan sesuai keadaan.

Menentukan Shutter Speed

Pemilihan shutter speed akan menentukan hasil & efek yang muncul pada foto. Beberapaefek yang dapat muncul dari pemilihan shutter speed di antaranya:

(1) Freezing
Adalah efek yang menyebabkan obyek bergerak tampak tajam dan seakan-akan "membeku" dalam foto. Efek ini diperoleh dengan menggunakan shutter speed tinggi pada obyek yang bergerak, misalnya pada foto burung berikut ini:



(foto dari http://aaronwarias.wordpress.com/
Efek ini juga bisa digunakan untuk foto olahraga atau foto anak seperti foto berikut:

Untuk melakukan freezing, shutter speed harus diset cukup tinggi agar dapat mengimbangi atau melampaui kecepatan gerak obyek. Shutter speed yang disarankan biasanya 1/500 s atau lebih cepat.

(2)  Panning
Adalah efek yang menyebabkan obyek tampak jelas dengan latar belakang blur. Foto ini diperoleh dengan menggunakan shutter speed sedang sampai lambat (1/100 s atau lebih lambat) dan menggerakkan kamera searah dengan gerakan obyek.
Contoh foto sebagai berikut:




(3) Motion blur
Adalah efek yang timbul karena gerakan ebagian obyek dalam foto. Efek ini diperoleh dengan menggunakan shutter speed sedang sampai lambat (1/100 s atau lebih lambat) dan mengunci fokus pada satu obyek diam.
Contoh fotonya sebagai berikut:


(4) Trace of light
Adalah efek yang ditimbulkan akibat penggunaan shutter speed lambat (1 s atau lebih lambat) sehingga meninggalkan jejak gerakan cahaya pada foto. Contohnya seperti pada foto berikut:

Kreativitas footografer akan dapat menghasilkan lebih banyak lagi efek-efek menarik dari pemilihan shutter speed.

ketepatan pemilihan shutterspeed juga akan mempengaruhi ketajaman gambar. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan shutter speed di antaranya:
(1) Gerakan obyek
Shutter speed harus dapat mengimbangi atau melebihi kecepatan gerak obyek agar diperoleh foto obyek yang tajam
(2) Jarak fokus lensa
Untuk menjamin ketajaman gambar, sebaiknya digunakan shutter speed minimal 1.5x jarak fokus lensa. Jadi jika menggunakan lensa 50 mm, sebaiknya gunakan shutter speed lebih cepat daripada 1/75 s. Lensa 300 mm sebaiknya menggunakan shutter speed 1/450 s atau lebih cepat ,,, dan seterusnya
(3) Batas kestabilan pribadi
Setiap fotografer sebaiknya mengenali seberapa stabil pegangannya pada kamera. Dengan lensa standar 50 mm, beberapa fotografer dapat memperoleh foto yg tajam pada speed 1/30 s. Jika menggunakan kecepatan lebih lambat dari itu, sebaiknya gunakan alat bantu seperti monopod atau tripod.

Silakan dipraktekkan :-)






Minggu, 07 Oktober 2012

Mengapa Kamera DSLR CANON Lebih diminati dari NIKON




Mengapa Kamera DSLR Canon Lebih diminati dari NIKON, mari kita cari alasan nya dan kita cari tau kenapa canon lebih diminati. (CANON VS NIKON).

Berhubung dunia photography berkembang begitu pesat dan banyak yang pengen belajar dan bingung dengan memilih kamera DSLR yang tepat, jadi tidak ada salahnya kita saling berbagi informasi atau share seputar dunia photography dan kali ini saya membahas tentang Mengapa Kamera DSLR Canon Lebih diminati dari Nikon.

Terus terang pada saat saya menyukai photography pertama kamera yang saya gunakan adalah Nikon Manual yang masih menggunakan film rool dan pada saat memasuki era digital kamera yang saya pakai pun Tetap Nikon, yang pertama saya Punya DSLR NIKON D70s hanya 6 Mega Pixel.

Jadi, Mari Kita Cari tau perbedaan nya dan kita kupas CANON VS NIKON.

Pada saat orang pengen belajar photography pasti bingung memilih kamera DSLR yang tepat  anata dua merek terkemuka NIKON dan CANON, jadi bagaimana NIKON apa CANON?

OK, langsung saja ke pokok pembahasan.

Canon: Selain menu Setting nya lumayan lengkap canon juga memiliki banyak pilihan lensa, selain lensa lumayan terjangkau dan banyak pilihan tidak masalah buat anda yang baru belajar photography memilih kamera yang lumayan murah untuk pemula yaitu CANON 1000D, 450D, 500D atau 550D,  Untuk jenis Kamera di atas Resolusi Paling Tinggi 18 mp.

Untuk kelas menengah ke atas, menurut saya bisa nyoba pakai 40D, 50D, 7D, atau 5D. .Harga ga bohong kok, meskipun kualitas gambar yang baik itu juga tergantung pada lensanya.

Nikon:Untuk yang baru belajar photography cukup menggunakan, D3000. D3100, D5000. Tapi, menurut saya untuk yang baru belajar dan dengan dana yang pas-pasan, saya rasa jangan menggunakan nikon. Alasanya, Karena type kamera NIKON D3000. D3100, D5000 tidak  memiliki motor di bodynya, sehingga auto focus tidak bekerja Pada Lensa Jenis AF-D sehingga harus menggunakan manual fokus dan dari segi resolusi gambar pun hanya paling tinggi 16.2 mp.

Untuk kelas yang canggih, misalnya D300s, D7000 auto fokusnya bekerja sangat baik. Pengendalian noise pada ISO tinggi sangat bagus cocok digunakan pada ruangan gelap. 

Secara umum banyak orang yang beranggapan bahwa Canon itu lebih cocok untuk foto wedding atau portrait, dikarenakan lebih lembut. Dan Nikon lebih disukai untuk foto landscape, karena lebih detail. Namun tidak ada batasan kok untuk mengeksplorasi keunikan kamera masing-masing, karena lensa juga sangat menentukan dari hasilnya.

Jadi Setelah Anda membaca di atas pasti udah tau yang mana yang anda pilih dan alasan kenapa kamera CANON lebih diminati dari NIKON Kesimpulan dari segi Lensa, Harga, Resolusi dan Kualitas.

Sekarang Tentukan Pilihan Anda,,,sukses buat anda…

Kekurangan dan Kelebihan Lensa Tamron 70-300 mm



Kekurangan dan Kelebihan Lensa Tamron 70-300 mm. memang lensa yang satu ini lumayan bagus, selain harga yang cukup murah, Kurang Lebih sekitar Rp.1.500.000 untuk TAMRON AF 70-300MM F/4-5.6 DI LD TELE-MACRO (1:2) II W/ HOOD dan  Rp. 3.900.000 untuk TAMRON SP 70-300MM F4-5.6 Di VC USD






yang saya saya utarakan disini adalah kamera yang sudah pernah saya gunakan adalah TAMRON AF 70-300MM F/4-5.6 DI LD TELE-MACRO (1:2) II W/ HOOD Seharga Sekitar Rp.1.500.000. Kamera tele ini Kelebihan nya mempunya kualitas yang cukup tajam, harga murah untuk jenis kamera tele, bisa buat photo macro,,dof yang dihasilkan keren.

Tapi, Kelemahan kamera ini tidak membunyai stabilizer atau anti getar yang membuat detil gambar yang kurang tajam atau lebih soft, pada posisi 300mm akan terasa getaran yang membuat hasil photo menjadi kurang tajam.

Jadi, lensa ini sangat cocok di gunakan photo outdoor dengan cahaya yang cukup karena bukaan lensa ini di posisi 300mm adalah 4,5, agar gambar lumayan tajam naik kan speed pada kamera sekitar 250 sampai dengan 1000, buat photo macro lebih baik anda menggunakan monopot untuk mengurangi getaran.